Pasar Malam Sekaten Resmi Dibuka

Pasar sekaten monggo mampir di Alun Alun utara Kraton Yogyakarta.

GOODBYE SANITY

SONY DSC Awul-awul Sekaten

Sekali lagi dan lagi-lagi dapat voucher Go Car dan sekali lagi harus dimanfaatkan. Biar tidak perlu nambah cari tempat piknik yang tidak jauh dari posisi macul. Kebetulan kemarin, 10 November 2017, Pasar Malam Sekaten resmi dibuka. Meluncurlah ke Alun-alun Utara.

SONY DSC Sepeda Air

SONY DSC Dremolem

“Ke Sekaten lihat apa? Saya bingung kalau ada yang mau ke Sekaten?”

Kurang lebih begitu tanya sopir Go Car kemarin sore saat mengantar aku dan temanku ke Sekaten. Cari apa? Cari awul-awul yang pertama. Setelah beberapa pedagang diputeri, tidak menemukan yang cocok di hati. Pencarian kedua, yang mau dilihat, ya tentu jajanan. Meskipun kemudian memilih gorengan saja, gorengan Sekaten yang berjajar di pinggir jalan sebelum Alun-alun.

SONY DSC Perahu Otok-otok

Melihat lalu lalang orang. Anak kecil dan orang tuanya, teman dan sahabatnya, seorang ekasih dengan pacarnya, atau gebetannya, bagiku pribadi itu sudah cukup menyenangkan. Berada di suatu keramaian, pada saat tertentu, memberi sesuatu “pencerahan” bahwa kita…

View original post 44 more words

Advertisements

SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH (No.3)

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 26 Maret 1935

No. 3.

Assalamu’alaikum w.w.,

Tuan punja kiriman postpakket telah tiba ditangan saja seminggu jang lalu. Karena

terpaksa menunggu kapal, baru ini harilah saja bisa menjampaikan kepada tuan terima kasih kami laki-isteri serta anak. Bidji djambu mede menjadi “gajeman” seisi rumah; di Endeh ada djuga djambu mede, tapi varieteit “liar”, rasanya tak njaman. Maklum, belum ada orang menanam varieteit jang baik. Oleh karena itu, maka djambu mede itu mendjadikan pesta. Saja punja mulut sendiri tak berhenti-henti mengunjah!

Buku-buku jang tuan kirimkan itu segera saja batja. Terutama “Soal-Djawab” adalah

suatu kumpulan djawahir-djawahir. Banjak jang tahadinja kurang terang, kini lebih terang. Alhamdulillah!

Sajang belum ada Buchari dan Muslim jang bisa batja.. Betulkah belum ada Buchari

Inggeris? Saja pentingkan sekali mempeladjari Hadits, oleh karena menurut kejakinan saja yang sedalam-dalamnja, — sebagai jang sudah saja tuliskan sedikit didalam salah satu surat saja jang terdahulu–, dunia Islam mendjadi mundur oleh karena banjak orang “djalankan” hadits dlaif dan palsu. Karena hadits-hadits jang demikian itulah, maka agama Islam mendjadi diliputi kabut-kabut kekolotan, ketachajulan, bid’ah-bid’ah, anti rasionalisme, dll. Padahal tak ada agama jang lebih r a s i o n a l dan s i m p l i s t i s daripada Islam. Saja ada sangkaan keras bahwa rantai-taqlid jang merantaikan Roch dan Semangat Islam dan jang merantaikan pintu-pintunja Bab-el-idjtihad, antara lain-lain, ialah hasilnja hadits-hadits jang dlaif dan palsu itu. Kekolotan dan kekonservatifan-pun dari situ datangnja. Karena itu, adalah saja punja kejakinan jang dalam, bahwa kita tak boleh mengasihkan harga jang mutlak kepada hadits. Walaupun menurut penjelidikan ia bernama SHAHIEH. Human report (berita jang datang dari manusia) tak bisa absolut; absolut hanjalah kalam Ilahi. Benar atau tidakkah pendapat saja ini? Didalam daftar buku, saja batja tuan ada sedia “Djawahirul-Buchari“. Kalau tuan tiada keberatan, saja minta buku itu, nistjaja disitu banjak pengetahuan pula jang saja bisa ambil.

Dan kalau tuan tak keberatan pula, saja minta “Keterangan Hadits Miradj“. Sebab,

saja mau bandingkan dengan saja punja pendapat sendiri, dan dengan pendapat Essad Bey, jang didalam salah satu bukunja ada mengasih gambaran tentang kedjadian ini. Menurut kejakinan saja, tak tjukuplah orang menafsirkan mi’radj itu dengan “pertjaja” sahadja, jakni dengan mengetjualikan “akal“. Padahal keterangan jang rasionalistis disini ada. Siapa kenal sedikit ilmu psychologi dan para-psychologi, ia bisa mengasih keterangan jang rasionalistis itu. Kenapa sesuatu hal harus di–“gaib-gaibkan”, kalau akal sedia meneragkannja?

Saja ada keinginan pesan dari Eropah, kalau Allah mengabulkanNja dan saja punja

mbakju suka membantuuang-harganja,bukunja Ameer Alie “The Spirit of Islam“. Baikkah buku ini atau tidak? Dan dimana uitgever-nja?

Tuan, kebaikan budi tuan kepada saja,— hanja sajalah jang merasai betul harganja–,

saja kembalikan kepada Tuhan. Alhamdulillah, — segala pudjian kepadaNja. Dalam pada itu, kepada tuan 1000 kali terimakasih.

Wassalam,

SUKARNO

 

SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH (No.2)

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 25 Januari 1935

No. 2

Assalamu’alaikum

Kiriman buku-buku gratis beserta kartupos, telah saja terima dengan girang hati dan terima kasih jang tiada hingga. Saja mendjadi termenung sebentar, karena merasa tak selajaknja dilimpahi kebaikan hati saudara jang sedemikian itu. Ja Allah Jang Mahamurah! Continue reading

SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 1 Desember 1934.

No. 1

Assalamu’alaikum,

Djikalau saudara-saudara memperkenankan, saja minta saudara mengasih hadiah kepada saja buku-buku jang tersebut dibawah ini:

1, Pengadjaran Shalat, 1 Utusan Wahabi, 1 Al-Muchtar,

1 Debat Talqien, 1 Al-Burhan compleet, 1 Al-Djawahir. Continue reading

My Blood is Football


Glorious family are wondrous.


Pak Kenang (Aris Sujatmoko) nama panggilannya di kampung, he is like a father for me. Dari kemarin aku teringat beliau dan di tengah malam ini aku terbangun seperti merasakan kehadirannya. Well, aku ingin cerita the untold stories, why he is so important in my life. Ketika aku kecil, aku sering diajak kemana mana nonton bola, wayang, sholat di masjid dan banyak macam lagi. Sewaktu aku kelas 5 SD, beliau diam-diam memasukkanku di sekolah sepakbola (SSB) plus bola dan sepatunya reebok. I was very happy for that.

Aku giat berlatih, bola selalu ditempat tidur, mau tidur dan ketika bangun aku selalu juggling bola. Entah kenapa, pelatihku suka mempercayaiku jadi kapten. Disaat terpilih jadi kapten untuk ikut ligina campina U12 di Semarang aku tak bisa ikut karena mau Ebtanas dan Bapakku tak memperbolehkan. Akhirnya aku keluar. Singkatnya dari pengalaman di SSB MAS itu aku beberapa kali ikut turnamen sejak SMP-Kuliah, Alhamdulillah juara 3 kali dengan ban kapten di lengan kiri dan banyak teman dari sini.
Semasa aku SMP intine aku ki mbeling nakal. Sampai mau di masukkan pesantren sama Bapak Ibu kalau libur panjang. Nah, aku selalu minta menginap ditempat Pak Nang ini. Ditempat itu aku belajar mandiri dan kebersahajaan dari sosok beliau.

Idola beliau itu Semar. Tokoh yang arif bijaksana dalam dunia pewayangan. Yang tak dapat sama ditemui di Socrates, Confucius, Tolstoy ataupun Imam Ghazali. Banyak wejangan kudapat dengan sedikit gaya khas “nyeleketenya“. Intinya meski beliau tak mengajarkan aku idghom bilagunnah, tajwid, harakat tapi beliau mengajarkan aku makna iqra’ tentang kehidupan yang setidaknya sesuai ataupun sejajar dengan kearifan lokal.

Akhir kalam
Dun, sportif nak kleru ya ngakoni ke-li-ru.

Selamat hari Wayang 07 November 2017

#semar

KERUPUK TANPA KOPI

Merudung nasib jutaan mahasiswa berkeras untuk cari nafkah. “Susah cari kerja.” Kata sebagian pelamar kerja. Apa iya ini pacuan kuda? Setelahnya muncul gagasan untuk usaha, usaha pun hampir sama semua.

Sebagai contoh kopi.
Dasawarsa ini kopi sangat hangat dipaksakan untuk saling bercerita di pojok-pojok meja romansa berdua atau bersama sama. Sebetulnya kopi dari dulu pun sudah merupakan teman kita. Untuk yang usaha tak apa, yang jenuh adalah kopi selalu di alegorikan tema ruang rindu dan cinta, sering berulang ulang dipakai oleh mahasiswa yang gemar sastra, puisi atau semacamnya dalam 3 tahun ini. Gaya hedonisme namun punya cover puisi sederhana. Sedang kalau kita makan di warung suka lupa ambil kerupuk berapa. Hal sederhana kadang dilupakan. Hal yang “Wah” suka banget diperguncingkan. Materi kuliah ada KKN yang terjun langsung di masyarakat. Tapi sekarang faktanya banyak generasi mahasiswa yang hilang di masyarakat. Lih hidup di social media atau di circle of friends saja. Kemudian tak sedikit yang membanding bandingkan dirinya dengan feed orang yang berlebih dari mereka. Terus berupaya sejadi jadinya biar sama. Ya, stres sui sui. Ada apa dengan mahasiswa. Sudah lupa pamulangan luhur? Ajrih-Asih (takut-hormat karena cinta) kata KHD. Banyak sekarang terjadi kepincangan – kepincangan etos tradisi dalam sebuah epic kependidikan. Kata simbahku “le saiki wes okeh cah enom do pinter pinter lan sugih tapi ora do duwe rasa.” Dan aku kok rasane ketampek ki. Sepertinya orang tua semakin susah payah menafsir apa itu universiteit.
Kerupuk yang tanpa kopi kali ya.

#shadow