Masyarakat Berisik

Slogan hidup tak terkendali

Menyewa sengat terik matahari

Diruntuhnya puing-puing rumah tangga

Berserakan..

Sangatlah banyak..

Muda dan mudi

Bersatu kemudian tengkar

Sang tuan tetangga menoleh

Menyapih nyapihkan lehernya

Menyiapkan mulut dan telinga

Siap sedia menyiapkan senjata Nu-klear

Gosip menjadi partikel-partikel radikal

Masyarakat teduh purna menjadi terberai

Sebab anak muda tergesa dalam berumahtangga

Pandai bercerita cinta namun tak berselarah cakap

di Masyarakat…

 

Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.
Continue reading

Renyah Rebana

Melentingkan suara indah tak sembarang punya..
Nada yang begitu berirama
berpacu dalam tajwid cinta

Senandung Kallam Ilahi
Goncah dalam pekat malam itu
Kidung tadarusmu hanyut lebur dalam hangatnya suasana
Kaupun keluarkan lembutnya citra
Aroma suara ini
Terdengar enak ditelinga
Sungguh hati ini terkesima
Nadamu bagaikan sekompi renyah rebana

IMSYAK

Imsyak merupakan bagian yang khas dari bulan suci ramadhan. Sebuah tanda dimana sebentar lagi akan memasuki adzan Subuh yang berarti we have to start fasting. Ramadhan 1438H kali ini secara spesial ingin kutuliskan di blogku ini. Tiada alasan suatu apapun. Tiada pula harapan yang menunggui. Hanya ingin saja.

Selamat Menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Marhaban Ya Ramadhan.

Islam itu indah.

Hai, Jumpa lagi

Gelagat senja ini kau tak seperti kala itu

Memabukkan indera mata, mencekeram cakrawala

Saat dihadapku kau bersungging senyuman

dalam memandangmu setengah tubuh inipun rasanya tak sanggup

Hei, kau gadis bermata coklat kehitaman

berurai rambut elok namun serampangan

setelah tiga bulan purnama penuh kau datang

membawa berita besar

Akupun tersenyum mendengarnya

Hai, jumpa lagi…

Jati Itukah Namamu (part.4)

Berjalan tergopoh – gopoh sambil membawa buku – buku ditepi pinggir terminal di kota mau menuju kampusnya untuk kuliah yang pertama kalinya. Gibran dikagetkan  dengan tabrakan seorang gadis yang berlarian mengejar jam kuliah. Buku – buku  pun berserakkan. Gibran spontan langsung menolong gadis tersebut, namun dia lebih kaget lagi ketika tahu bahwa gadis itu ternyata Rahma. Kedua orang itu saling menatap mata yang dipenuhi rasa rindu. Continue reading