Simbol Cinta

Cinta yang kamu beri sepadan dengan cinta yang kamu dapat. Begitu sekiranya kutipan kalimat John Lennon.

Yogyakarta merupakan sebuah tempat hidangan bagi para pemburu kenangan.
Di persimpangan jalan tentu banyaklah kita bertemu dengan seseorang. Ada yang bercegkerama asiknya. Ada yang berdiri memandang langit. Ada banyak yang tersenyum riang. Semua berhamburan saling pandang cerita cinta.

Continue reading

Advertisements

KERUPUK TANPA KOPI

Merudung nasib jutaan mahasiswa berkeras untuk cari nafkah. “Susah cari kerja.” Kata sebagian pelamar kerja. Apa iya ini pacuan kuda? Setelahnya muncul gagasan untuk usaha, usaha pun hampir sama semua.

Sebagai contoh kopi.
Dasawarsa ini kopi sangat hangat dipaksakan untuk saling bercerita di pojok-pojok meja romansa berdua atau bersama sama. Sebetulnya kopi dari dulu pun sudah merupakan teman kita. Untuk yang usaha tak apa, yang jenuh adalah kopi selalu di alegorikan tema ruang rindu dan cinta, sering berulang ulang dipakai oleh mahasiswa yang gemar sastra, puisi atau semacamnya dalam 3 tahun ini. Gaya hedonisme namun punya cover puisi sederhana. Sedang kalau kita makan di warung suka lupa ambil kerupuk berapa. Hal sederhana kadang dilupakan. Hal yang “Wah” suka banget diperguncingkan. Materi kuliah ada KKN yang terjun langsung di masyarakat. Tapi sekarang faktanya banyak generasi mahasiswa yang hilang di masyarakat. Lih hidup di social media atau di circle of friends saja. Kemudian tak sedikit yang membanding bandingkan dirinya dengan feed orang yang berlebih dari mereka. Terus berupaya sejadi jadinya biar sama. Ya, stres sui sui. Ada apa dengan mahasiswa. Sudah lupa pamulangan luhur? Ajrih-Asih (takut-hormat karena cinta) kata KHD. Banyak sekarang terjadi kepincangan – kepincangan etos tradisi dalam sebuah epic kependidikan. Kata simbahku “le saiki wes okeh cah enom do pinter pinter lan sugih tapi ora do duwe rasa.” Dan aku kok rasane ketampek ki. Sepertinya orang tua semakin susah payah menafsir apa itu universiteit.
Kerupuk yang tanpa kopi kali ya.

#shadow

Life Blur.

We are living, thinking, and acting at the end of a brilliant sixhundred year-long Sensate day. The oblique rays of the sun still illumine the glory of the passing epoch. But the light is fading, and in the deepening shadows it becomes more and more difficult to see clearly and to orient ourselves safely in the confusions of the twilight. P.A. Sorokin

Seorang pembaca hidup ribuan tahun dalam hidupnya, sedang yang tidak hanya merasakan hidup sekali. Bersama sama kita ketahui bagaimana perjuangan Ir. Soekarno berusaha untuk mengentaskan buta huruf masyarakat Indonesia. Halal haramnya sebuah kata, setiap orang mampu mempunyai pengalaman yang berbeda. Yang asik, unik, suram, cinta cintaan dsby. Dan semuanya patut dihormati.

Namun tidaklah mudah nandur teori western (yang mereka sendiri almost blur in having cultures) di sebuah negara yang kaya perbedaan ini. But,sometimes we playin’ the game. Ya, jujurlah. Kita sebagai warga nasional tentu juga harus menginternasional, sebaliknya. Lanjutnya, parahnya kita kebablasen. Kalau bicara our culture “dong dong an do it” (baca saja: kadang ya kadang tidak) termasuk aku.

Akhir kalam, dengan motto Ir. Soekarno “think-rethink” marilah sejenak re-think again dengan segala persoalan di depan sungai sebab semua kembali pada djiwa djiwa tulus yang kan bersemi di hari nanti.

Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.
Continue reading

Jiwa Yang Kembali

Ada benarnya orang yang menyatakan bahwa hati itu ibarat gerbang benteng yang hanya dibuka dari arah dalam. Tidak ada yang bisa membuka gerbang hati, baik dengan argumen atau emosi. Hanya Sang Pemilik Hatilah –Allah ﷻ- yang punya kuasa atas hati. Artinya, membuka hati seseorang untuk menerima pendapat kita itu sulit. Lebih sulit lagi jika caranya tak tepat.

Read more https://kisahmuslim.com/5366-bersama-ayat-sindiran-tak-juga-bermanfaat.html

Jika mau menuju ke suatu tempat namun kita belum tahu
dan pula bertanya dengan kerendahan hati,
Jika kemudian benar
Hati menjadi puas,
Jika ditunjukkan salah
Kemudian berputar putar
Akankah kau temukan jalan?
Dan jika kau ingkari penunjuk jalan?
Akankah kau dapati kompas tanpa arah?

Mengingat sejenak perihal terciptanya Adam As kemudian disisi lain terangnya pengetahuan. Sudah turun temurun pengetahuan menjadi pokok hidup manusia selain respon kelangsungan hidup sandang, pangan, papan.

Continue reading

Rihlah

Kisah perjalanan

Tokoh dunia muslim Abu ‘Abdullah Ibnu Battuta dinyatakan oleh Gibb sebagai contoh unggul “le geographe malgrelui” (ahli geografi tanpa kehendaknya sendiri) pada seperempat awal abad XIV dikenal dengan Rihla Ibn Batutta dalam tulisan Ross E. Dunn. Kemudian catatan Tome Pires dan Francisco Rodrigues pada paruh awal abad XVI di Indonesia dalam buku Suma Oriental yang disunting Armando Cortesao sangat memberikan arti penting untuk mencoba menelusuri jejak – jejak Sejarah Islam di wilayah Nusantara Indonesia.

Continue reading