SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH (No.3)

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 26 Maret 1935

No. 3.

Assalamu’alaikum w.w.,

Tuan punja kiriman postpakket telah tiba ditangan saja seminggu jang lalu. Karena

terpaksa menunggu kapal, baru ini harilah saja bisa menjampaikan kepada tuan terima kasih kami laki-isteri serta anak. Bidji djambu mede menjadi “gajeman” seisi rumah; di Endeh ada djuga djambu mede, tapi varieteit “liar”, rasanya tak njaman. Maklum, belum ada orang menanam varieteit jang baik. Oleh karena itu, maka djambu mede itu mendjadikan pesta. Saja punja mulut sendiri tak berhenti-henti mengunjah!

Buku-buku jang tuan kirimkan itu segera saja batja. Terutama “Soal-Djawab” adalah

suatu kumpulan djawahir-djawahir. Banjak jang tahadinja kurang terang, kini lebih terang. Alhamdulillah!

Sajang belum ada Buchari dan Muslim jang bisa batja.. Betulkah belum ada Buchari

Inggeris? Saja pentingkan sekali mempeladjari Hadits, oleh karena menurut kejakinan saja yang sedalam-dalamnja, — sebagai jang sudah saja tuliskan sedikit didalam salah satu surat saja jang terdahulu–, dunia Islam mendjadi mundur oleh karena banjak orang “djalankan” hadits dlaif dan palsu. Karena hadits-hadits jang demikian itulah, maka agama Islam mendjadi diliputi kabut-kabut kekolotan, ketachajulan, bid’ah-bid’ah, anti rasionalisme, dll. Padahal tak ada agama jang lebih r a s i o n a l dan s i m p l i s t i s daripada Islam. Saja ada sangkaan keras bahwa rantai-taqlid jang merantaikan Roch dan Semangat Islam dan jang merantaikan pintu-pintunja Bab-el-idjtihad, antara lain-lain, ialah hasilnja hadits-hadits jang dlaif dan palsu itu. Kekolotan dan kekonservatifan-pun dari situ datangnja. Karena itu, adalah saja punja kejakinan jang dalam, bahwa kita tak boleh mengasihkan harga jang mutlak kepada hadits. Walaupun menurut penjelidikan ia bernama SHAHIEH. Human report (berita jang datang dari manusia) tak bisa absolut; absolut hanjalah kalam Ilahi. Benar atau tidakkah pendapat saja ini? Didalam daftar buku, saja batja tuan ada sedia “Djawahirul-Buchari“. Kalau tuan tiada keberatan, saja minta buku itu, nistjaja disitu banjak pengetahuan pula jang saja bisa ambil.

Dan kalau tuan tak keberatan pula, saja minta “Keterangan Hadits Miradj“. Sebab,

saja mau bandingkan dengan saja punja pendapat sendiri, dan dengan pendapat Essad Bey, jang didalam salah satu bukunja ada mengasih gambaran tentang kedjadian ini. Menurut kejakinan saja, tak tjukuplah orang menafsirkan mi’radj itu dengan “pertjaja” sahadja, jakni dengan mengetjualikan “akal“. Padahal keterangan jang rasionalistis disini ada. Siapa kenal sedikit ilmu psychologi dan para-psychologi, ia bisa mengasih keterangan jang rasionalistis itu. Kenapa sesuatu hal harus di–“gaib-gaibkan”, kalau akal sedia meneragkannja?

Saja ada keinginan pesan dari Eropah, kalau Allah mengabulkanNja dan saja punja

mbakju suka membantuuang-harganja,bukunja Ameer Alie “The Spirit of Islam“. Baikkah buku ini atau tidak? Dan dimana uitgever-nja?

Tuan, kebaikan budi tuan kepada saja,— hanja sajalah jang merasai betul harganja–,

saja kembalikan kepada Tuhan. Alhamdulillah, — segala pudjian kepadaNja. Dalam pada itu, kepada tuan 1000 kali terimakasih.

Wassalam,

SUKARNO

 

Advertisements

SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH (No.2)

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 25 Januari 1935

No. 2

Assalamu’alaikum

Kiriman buku-buku gratis beserta kartupos, telah saja terima dengan girang hati dan terima kasih jang tiada hingga. Saja mendjadi termenung sebentar, karena merasa tak selajaknja dilimpahi kebaikan hati saudara jang sedemikian itu. Ja Allah Jang Mahamurah! Continue reading

SURAT-SURAT ISLAM DARI ENDEH

DARI IR. SUKARNO KEPADA T. A. HASSAN,

GURU “PERSATUAN ISLAM” BANDUNG

Endeh, 1 Desember 1934.

No. 1

Assalamu’alaikum,

Djikalau saudara-saudara memperkenankan, saja minta saudara mengasih hadiah kepada saja buku-buku jang tersebut dibawah ini:

1, Pengadjaran Shalat, 1 Utusan Wahabi, 1 Al-Muchtar,

1 Debat Talqien, 1 Al-Burhan compleet, 1 Al-Djawahir. Continue reading

Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.
Continue reading

IMSYAK

Imsyak merupakan bagian yang khas dari bulan suci ramadhan. Sebuah tanda dimana sebentar lagi akan memasuki adzan Subuh yang berarti we have to start fasting. Ramadhan 1438H kali ini secara spesial ingin kutuliskan di blogku ini. Tiada alasan suatu apapun. Tiada pula harapan yang menunggui. Hanya ingin saja.

Selamat Menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Marhaban Ya Ramadhan.

Islam itu indah.

Jiwa Yang Kembali

Ada benarnya orang yang menyatakan bahwa hati itu ibarat gerbang benteng yang hanya dibuka dari arah dalam. Tidak ada yang bisa membuka gerbang hati, baik dengan argumen atau emosi. Hanya Sang Pemilik Hatilah –Allah ﷻ- yang punya kuasa atas hati. Artinya, membuka hati seseorang untuk menerima pendapat kita itu sulit. Lebih sulit lagi jika caranya tak tepat.

Read more https://kisahmuslim.com/5366-bersama-ayat-sindiran-tak-juga-bermanfaat.html

Jika mau menuju ke suatu tempat namun kita belum tahu
dan pula bertanya dengan kerendahan hati,
Jika kemudian benar
Hati menjadi puas,
Jika ditunjukkan salah
Kemudian berputar putar
Akankah kau temukan jalan?
Dan jika kau ingkari penunjuk jalan?
Akankah kau dapati kompas tanpa arah?

Mengingat sejenak perihal terciptanya Adam As kemudian disisi lain terangnya pengetahuan. Sudah turun temurun pengetahuan menjadi pokok hidup manusia selain respon kelangsungan hidup sandang, pangan, papan.

Continue reading

Rihlah

Kisah perjalanan

Tokoh dunia muslim Abu ‘Abdullah Ibnu Battuta dinyatakan oleh Gibb sebagai contoh unggul “le geographe malgrelui” (ahli geografi tanpa kehendaknya sendiri) pada seperempat awal abad XIV dikenal dengan Rihla Ibn Batutta dalam tulisan Ross E. Dunn. Kemudian catatan Tome Pires dan Francisco Rodrigues pada paruh awal abad XVI di Indonesia dalam buku Suma Oriental yang disunting Armando Cortesao sangat memberikan arti penting untuk mencoba menelusuri jejak – jejak Sejarah Islam di wilayah Nusantara Indonesia.

Continue reading