Pasar Malam Sekaten Resmi Dibuka

Pasar sekaten monggo mampir di Alun Alun utara Kraton Yogyakarta.

GOODBYE SANITY

SONY DSC Awul-awul Sekaten

Sekali lagi dan lagi-lagi dapat voucher Go Car dan sekali lagi harus dimanfaatkan. Biar tidak perlu nambah cari tempat piknik yang tidak jauh dari posisi macul. Kebetulan kemarin, 10 November 2017, Pasar Malam Sekaten resmi dibuka. Meluncurlah ke Alun-alun Utara.

SONY DSC Sepeda Air

SONY DSC Dremolem

“Ke Sekaten lihat apa? Saya bingung kalau ada yang mau ke Sekaten?”

Kurang lebih begitu tanya sopir Go Car kemarin sore saat mengantar aku dan temanku ke Sekaten. Cari apa? Cari awul-awul yang pertama. Setelah beberapa pedagang diputeri, tidak menemukan yang cocok di hati. Pencarian kedua, yang mau dilihat, ya tentu jajanan. Meskipun kemudian memilih gorengan saja, gorengan Sekaten yang berjajar di pinggir jalan sebelum Alun-alun.

SONY DSC Perahu Otok-otok

Melihat lalu lalang orang. Anak kecil dan orang tuanya, teman dan sahabatnya, seorang ekasih dengan pacarnya, atau gebetannya, bagiku pribadi itu sudah cukup menyenangkan. Berada di suatu keramaian, pada saat tertentu, memberi sesuatu “pencerahan” bahwa kita…

View original post 44 more words

Advertisements

KERUPUK TANPA KOPI

Merudung nasib jutaan mahasiswa berkeras untuk cari nafkah. “Susah cari kerja.” Kata sebagian pelamar kerja. Apa iya ini pacuan kuda? Setelahnya muncul gagasan untuk usaha, usaha pun hampir sama semua.

Sebagai contoh kopi.
Dasawarsa ini kopi sangat hangat dipaksakan untuk saling bercerita di pojok-pojok meja romansa berdua atau bersama sama. Sebetulnya kopi dari dulu pun sudah merupakan teman kita. Untuk yang usaha tak apa, yang jenuh adalah kopi selalu di alegorikan tema ruang rindu dan cinta, sering berulang ulang dipakai oleh mahasiswa yang gemar sastra, puisi atau semacamnya dalam 3 tahun ini. Gaya hedonisme namun punya cover puisi sederhana. Sedang kalau kita makan di warung suka lupa ambil kerupuk berapa. Hal sederhana kadang dilupakan. Hal yang “Wah” suka banget diperguncingkan. Materi kuliah ada KKN yang terjun langsung di masyarakat. Tapi sekarang faktanya banyak generasi mahasiswa yang hilang di masyarakat. Lih hidup di social media atau di circle of friends saja. Kemudian tak sedikit yang membanding bandingkan dirinya dengan feed orang yang berlebih dari mereka. Terus berupaya sejadi jadinya biar sama. Ya, stres sui sui. Ada apa dengan mahasiswa. Sudah lupa pamulangan luhur? Ajrih-Asih (takut-hormat karena cinta) kata KHD. Banyak sekarang terjadi kepincangan – kepincangan etos tradisi dalam sebuah epic kependidikan. Kata simbahku “le saiki wes okeh cah enom do pinter pinter lan sugih tapi ora do duwe rasa.” Dan aku kok rasane ketampek ki. Sepertinya orang tua semakin susah payah menafsir apa itu universiteit.
Kerupuk yang tanpa kopi kali ya.

#shadow

I’m Slowly Learning That I Don’t Have To React To Everything That Bothers Me — Thought Catalog

This is quite simply learning of life..

Matheus FerreroI’m slowly learning that I don’t have to hurt those who hurt me. I’m slowly learning that maybe the ultimate sign of maturity is walking away instead of getting even. I’m slowly learning that the energy it takes to react to every bad thing that happens to you drains you and stops you from…

via I’m Slowly Learning That I Don’t Have To React To Everything That Bothers Me — Thought Catalog

Life Blur.

We are living, thinking, and acting at the end of a brilliant sixhundred year-long Sensate day. The oblique rays of the sun still illumine the glory of the passing epoch. But the light is fading, and in the deepening shadows it becomes more and more difficult to see clearly and to orient ourselves safely in the confusions of the twilight. P.A. Sorokin

Seorang pembaca hidup ribuan tahun dalam hidupnya, sedang yang tidak hanya merasakan hidup sekali. Bersama sama kita ketahui bagaimana perjuangan Ir. Soekarno berusaha untuk mengentaskan buta huruf masyarakat Indonesia. Halal haramnya sebuah kata, setiap orang mampu mempunyai pengalaman yang berbeda. Yang asik, unik, suram, cinta cintaan dsby. Dan semuanya patut dihormati.

Namun tidaklah mudah nandur teori western (yang mereka sendiri almost blur in having cultures) di sebuah negara yang kaya perbedaan ini. But,sometimes we playin’ the game. Ya, jujurlah. Kita sebagai warga nasional tentu juga harus menginternasional, sebaliknya. Lanjutnya, parahnya kita kebablasen. Kalau bicara our culture “dong dong an do it” (baca saja: kadang ya kadang tidak) termasuk aku.
Akhir kalam, dengan motto Ir. Soekarno “think-rethink” marilah sejenak re-think again dengan segala persoalan di depan sungai sebab semua kembali pada djiwa djiwa tulus yang kan bersemi di hari nanti.

Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.
Continue reading

Renyah Rebana

Melentingkan suara indah tak sembarang punya..
Nada yang begitu berirama
berpacu dalam tajwid cinta

Senandung Kallam Ilahi
Goncah dalam pekat malam itu
Kidung tadarusmu hanyut lebur dalam hangatnya suasana
Kaupun keluarkan lembutnya citra
Aroma suara ini
Terdengar enak ditelinga
Sungguh hati ini terkesima
Nadamu bagaikan sekompi renyah rebana