I’m Slowly Learning That I Don’t Have To React To Everything That Bothers Me — Thought Catalog

This is quite simply learning of life..

Matheus FerreroI’m slowly learning that I don’t have to hurt those who hurt me. I’m slowly learning that maybe the ultimate sign of maturity is walking away instead of getting even. I’m slowly learning that the energy it takes to react to every bad thing that happens to you drains you and stops you from…

via I’m Slowly Learning That I Don’t Have To React To Everything That Bothers Me — Thought Catalog

Advertisements

Life Blur.

We are living, thinking, and acting at the end of a brilliant sixhundred year-long Sensate day. The oblique rays of the sun still illumine the glory of the passing epoch. But the light is fading, and in the deepening shadows it becomes more and more difficult to see clearly and to orient ourselves safely in the confusions of the twilight. P.A. Sorokin

Seorang pembaca hidup ribuan tahun dalam hidupnya, sedang yang tidak hanya merasakan hidup sekali. Bersama sama kita ketahui bagaimana perjuangan Ir. Soekarno berusaha untuk mengentaskan buta huruf masyarakat Indonesia. Halal haramnya sebuah kata, setiap orang mampu mempunyai pengalaman yang berbeda. Yang asik, unik, suram, cinta cintaan dsby. Dan semuanya patut dihormati.

Namun tidaklah mudah nandur teori western (yang mereka sendiri almost blur in having cultures) di sebuah negara yang kaya perbedaan ini. But,sometimes we playin’ the game. Ya, jujurlah. Kita sebagai warga nasional tentu juga harus menginternasional, sebaliknya. Lanjutnya, parahnya kita kebablasen. Kalau bicara our culture “dong dong an do it” (baca saja: kadang ya kadang tidak) termasuk aku.
Akhir kalam, dengan motto Ir. Soekarno “think-rethink” marilah sejenak re-think again dengan segala persoalan di depan sungai sebab semua kembali pada djiwa djiwa tulus yang kan bersemi di hari nanti.

Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.
Continue reading

Renyah Rebana

Melentingkan suara indah tak sembarang punya..
Nada yang begitu berirama
berpacu dalam tajwid cinta

Senandung Kallam Ilahi
Goncah dalam pekat malam itu
Kidung tadarusmu hanyut lebur dalam hangatnya suasana
Kaupun keluarkan lembutnya citra
Aroma suara ini
Terdengar enak ditelinga
Sungguh hati ini terkesima
Nadamu bagaikan sekompi renyah rebana

IMSYAK

Imsyak merupakan bagian yang khas dari bulan suci ramadhan. Sebuah tanda dimana sebentar lagi akan memasuki adzan Subuh yang berarti we have to start fasting. Ramadhan 1438H kali ini secara spesial ingin kutuliskan di blogku ini. Tiada alasan suatu apapun. Tiada pula harapan yang menunggui. Hanya ingin saja.

Selamat Menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Marhaban Ya Ramadhan.

Islam itu indah.

Jati Itukah Namamu (part.4)

Berjalan tergopoh – gopoh sambil membawa buku – buku ditepi pinggir terminal di kota mau menuju kampusnya untuk kuliah yang pertama kalinya. Gibran dikagetkan  dengan tabrakan seorang gadis yang berlarian mengejar jam kuliah. Buku – buku  pun berserakkan. Gibran spontan langsung menolong gadis tersebut, namun dia lebih kaget lagi ketika tahu bahwa gadis itu ternyata Rahma. Kedua orang itu saling menatap mata yang dipenuhi rasa rindu. Continue reading

Jati  Itukah Namamu (part.3)

Begini, aku datang kerumahmu ingin menanyakan kegiatan seputaran penebangan liar di desaku ini, kebetulan tadi di hutan aku lihat kakakmu berada disana ikut menebang dan lebih lagi sebagai pengawas pelaksananya. Gibran dengar dulu penjelasanku. Aku memang pengawas pelaksana namun di dalam hatiku yang paling dalam aku tidak merelakan diriku melakukan pekerjaan ini semua. Continue reading