Masyarakat Berisik

Slogan hidup tak terkendali

Menyewa sengat terik matahari

Diruntuhnya puing-puing rumah tangga

Berserakan..

Sangatlah banyak..

Muda dan mudi

Bersatu kemudian tengkar

Sang tuan tetangga menoleh

Menyapih nyapihkan lehernya

Menyiapkan mulut dan telinga

Siap sedia menyiapkan senjata Nu-klear

Gosip menjadi partikel-partikel radikal

Masyarakat teduh purna menjadi terberai

Sebab anak muda tergesa dalam berumahtangga

Pandai bercerita cinta namun tak berselarah cakap

di Masyarakat…

 

Renyah Rebana

Melentingkan suara indah tak sembarang punya..
Nada yang begitu berirama
berpacu dalam tajwid cinta

Senandung Kallam Ilahi
Goncah dalam pekat malam itu
Kidung tadarusmu hanyut lebur dalam hangatnya suasana
Kaupun keluarkan lembutnya citra
Aroma suara ini
Terdengar enak ditelinga
Sungguh hati ini terkesima
Nadamu bagaikan sekompi renyah rebana

Hai, Jumpa lagi

Gelagat senja ini kau tak seperti kala itu

Memabukkan indera mata, mencekeram cakrawala

Saat dihadapku kau bersungging senyuman

dalam memandangmu setengah tubuh inipun rasanya tak sanggup

Hei, kau gadis bermata coklat kehitaman

berurai rambut elok namun serampangan

setelah tiga bulan purnama penuh kau datang

membawa berita besar

Akupun tersenyum mendengarnya

Hai, jumpa lagi…