Tembok Imaji

Jejak Tembok jadi saksi

Antara cinta dan benci

Memberi harap namun tak pasti

Ditengah lautan sekoci pun terkunci,

Hamparan besar jadi kecil

Tergulung layar yang terombang ambing

Mata pun tersedak..

Melihat pulau nun jauh sekali

Singgahlah kali ini

Sekoci yang terbuang dalam sesaji

Advertisements

Masyarakat Berisik

Slogan hidup tak terkendali

Menyewa sengat terik matahari

Diruntuhnya puing-puing rumah tangga

Berserakan..

Sangatlah banyak..

Muda dan mudi

Bersatu kemudian tengkar

Sang tuan tetangga menoleh

Menyapih nyapihkan lehernya

Menyiapkan mulut dan telinga

Siap sedia menyiapkan senjata Nu-klear

Gosip menjadi partikel-partikel radikal

Masyarakat teduh purna menjadi terberai

Sebab anak muda tergesa dalam berumahtangga

Pandai bercerita cinta namun tak berselarah cakap

di Masyarakat…

 

Hai, Jumpa lagi

Gelagat senja ini kau tak seperti kala itu

Memabukkan indera mata, mencekeram cakrawala

Saat dihadapku kau bersungging senyuman

dalam memandangmu setengah tubuh inipun rasanya tak sanggup

Hei, kau gadis bermata coklat kehitaman

berurai rambut elok namun serampangan

setelah tiga bulan purnama penuh kau datang

membawa berita besar

Akupun tersenyum mendengarnya

Hai, jumpa lagi…

Jalan Padi

Padi di pinggir jalanan

Terpinggirkan tak berdaya

Goncah bergoyang coba menarik perhatian

Begitu banyak orang lalu lalang

Lewat, tak juga sapa sini sana

Jalan tak disangka sangka

Orang bilang jalan hidup begitu berlinang air mata

Menyempitkan pandangan

Menyesakkan jiwa

Hal baru ditemukan

Kemudian dirapih rapihkannya

Hal lama dilewatkan

Rupanya hati pun kian senang

Namun sayang semua hanya tipu daya dunia

Esok elegi pagi hari

Kasian padi yang berjalan sendiri

Mencari inner light membungkus misery

Kelopak mata

Sore ini terlalu merdu

Tak kurasakan hingar bingar

Terompahnya suara jalanan

Dalam bus ini kunikmati

Setiap hembusan nada

Setiap gerak gerik, symphony

Setiap alunan mata jiwa

Tak ubahnya seorang pertapa

Mengheningkan jalma

Yang terkadang sesak

Mencinta berlebihan

Dan dicinta tak berlebih

Kelopak mata jadi saksi cerita

Dimana setiap petaka

Ada kesempatan bergembira

Perhatikan kelopak mata

Hiasi dengan rindangnya senyuman