Tembok Imaji

Jejak Tembok jadi saksi

Antara cinta dan benci

Memberi harap namun tak pasti

Ditengah lautan sekoci pun terkunci,

Hamparan besar jadi kecil

Tergulung layar yang terombang ambing

Mata pun tersedak..

Melihat pulau nun jauh sekali

Singgahlah kali ini

Sekoci yang terbuang dalam sesaji

Advertisements

Masyarakat Berisik

Slogan hidup tak terkendali

Menyewa sengat terik matahari

Diruntuhnya puing-puing rumah tangga

Berserakan..

Sangatlah banyak..

Muda dan mudi

Bersatu kemudian tengkar

Sang tuan tetangga menoleh

Menyapih nyapihkan lehernya

Menyiapkan mulut dan telinga

Siap sedia menyiapkan senjata Nu-klear

Gosip menjadi partikel-partikel radikal

Masyarakat teduh purna menjadi terberai

Sebab anak muda tergesa dalam berumahtangga

Pandai bercerita cinta namun tak berselarah cakap

di Masyarakat…

 

Jalan Padi

Padi di pinggir jalanan

Terpinggirkan tak berdaya

Goncah bergoyang coba menarik perhatian

Begitu banyak orang lalu lalang

Lewat, tak juga sapa sini sana

Jalan tak disangka sangka

Orang bilang jalan hidup begitu berlinang air mata

Menyempitkan pandangan

Menyesakkan jiwa

Hal baru ditemukan

Kemudian dirapih rapihkannya

Hal lama dilewatkan

Rupanya hati pun kian senang

Namun sayang semua hanya tipu daya dunia

Esok elegi pagi hari

Kasian padi yang berjalan sendiri

Mencari inner light membungkus misery