Jati Itukah Namamu (part.4)

Berjalan tergopoh – gopoh sambil membawa buku – buku ditepi pinggir terminal di kota mau menuju kampusnya untuk kuliah yang pertama kalinya. Gibran dikagetkan  dengan tabrakan seorang gadis yang berlarian mengejar jam kuliah. Buku – buku  pun berserakkan. Gibran spontan langsung menolong gadis tersebut, namun dia lebih kaget lagi ketika tahu bahwa gadis itu ternyata Rahma. Kedua orang itu saling menatap mata yang dipenuhi rasa rindu. Continue reading

Jati  Itukah Namamu (part.3)

Begini, aku datang kerumahmu ingin menanyakan kegiatan seputaran penebangan liar di desaku ini, kebetulan tadi di hutan aku lihat kakakmu berada disana ikut menebang dan lebih lagi sebagai pengawas pelaksananya. Gibran dengar dulu penjelasanku. Aku memang pengawas pelaksana namun di dalam hatiku yang paling dalam aku tidak merelakan diriku melakukan pekerjaan ini semua. Continue reading

Jati  Itukah Namamu (part. 1)

 

Sreeeekkk sreeeekk …… Brakkkk.

Gibran menoleh kebelakang.

Suara yang cukup keras terdengar sampai ditelinganya. Suara itu terdengar jauh di dalam hutan. Alunan denyut nadi dan jantung berubah menjadi tambah cepat. Seiring rasa penasarannya bertambah. Gibran memberanikan diri masuk kedalam hutan, meski rasa kecut takut menghampirinya. Continue reading

Bintang Tak Berjatuhan Yang Jatuh Sangkaanku Padamu (Part.2)

Akhirnya Affanpun terpojok dan hampir tak bisa mengeluarkan jurus jitunya. Karena kesalahan yang kau lakukan ini kau nanti sore harus mengikuti kursus bahasa Jepang seperti Sarah dan Nayla, “pinta Bibi Yuli. Kenapa harus Jepang? Bukankah sudah ada Sarah dan Nayla, bagaimana kalau dengan bahasa Prancis?, “Affan merengek. Sebenarnya Affan tidak pernah suka dengan pelajaran bahasa. Sama sekali tidak apalagi Bahasa Jepang. Kau harus nurut! Kau tau kenapa aku pilihkan Bahasa Jepang? Ayahnya Sarah dan Nayla itu adalah seorang keturunan bangsawan dari kerajaan Jepang. Maka itu, mereka harus bisa berbahasa Jepang jika Ayahnya ke Indonesia mereka bisa bercakap – cakap dengan lancar. Huh, “ itukan mereka saja yang wajib, aku tak usah.” Sekarang kalian mandi kemudian setelah makan persiapkan apa yang dibutuhkan untuk kursus nanti. Cepat! Continue reading