Terlatih dan Melatih Pesan

Kapan ya kita menjadi serba tau?Yang hanya manusia biasa..

Pertanyaan ini mencoba untuk menggali suasana tenteram dihati. Orang boleh saja mengklaim bahwa dirinya yang paling tau segala hal. Paling tau pokoknya. Banyak sekarang orang seperti itu, sampai luber rasa-rasanya termasuk aku ini juga.

Ah, nevermind!

Sudah lama tidak menulis aku ingin sedikit curhat dan menulis buat self reminder. Namun sejauh itu semoga bermanfaat juga bagi pembaca.

Terkadang kita lupa satu hal ikhwal pengetahuan yaitu tentang berita besar. Kenapa hal itu menjadi penting pada diriku? Dan apakah berita besar itu? let it clear, slowly. oke brader!

Pengupayaan tulisan ini aku coba ambil dari beberapa literature dan uji pengamatan teknis olah rasa dan pikiran pribadi. Wih. Sifatnya tentu sangat subyektif, adanya koreksi sangatlah dinantikan.

Aku bagi dalam empat bagian Allah, Muhammad, Pendidikan dan Spiritual.

Baik, mari kita lanjutkan.

¤ Bagian Pertama

1. Allah SWT

Di umurku 27th dan masih single ini. Cukup banyak cerita menemaniku. Semoga cepat dipertemukan jodohku. Amin My Lord.  loh!  ( maaf, menyisipkan doa) hehe

Sebahagian orang berkomentar perihal kehidupan ini dengan kalimat awal “hidup itu keras”. Untuk varian katanya banyak tapi intinya seperti itu misal “hidup itu keras, nak” dsby. Ada juga sebahagian berkata “hidup itu anugerah” yang ini perlambang keindahan dan ketenteraman. Berbeda dengan ungkapan sebelumnya yaitu perlambang kesukaran dan perjuangan. Kedua-duanya tentu benar adanya. Maka dari itu aku coba menimbang dua-duanya dalam hidupku.

Sejak aku kecil dulu, sadar atau tidak aku tak pernah terlewat didengung-dengungkan berita besar tersebut. Dengan berbagai kemudahanNya dengan segala cara pemberian cahaya hikmah yang sering kali justru terkapar dihadapanku. Taruhlah suara adzan yang sangat merdu sewaktu aku lahir. Semakin beranjak aku mulai mengenal Al Quran semakin beranjak pula parahnya tak tau artinya. Karena diri ini menganggap lebih benar, lebih tau, lebih suci dsby. Akhirnya ya cuma ngelantur ngomong “Yawes di waca” (yasudah dibaca) meski belum fasih sampai saat ini. Dewasa ini aku mencoba melatih diri supaya mengobati keparahan dan kesimpangsiuran daya pikir dan korelasi hati. Di dalam surat  (QS. Shaad 65-67) Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Katakanlah: “Berita itu adalah berita yang besar.

Sudah sangat jelas bahwa secara tersurat dan tersirat menghadirkan Allah sebagai Berita Besar yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan Allah. Sejauh Sejarah terkubur dibawah bumi yang kita jadikan pijakan hidup saat ini dan tak lekang  waktu nama Allah ditulis dari hanya menggunakan cara misal nulis dipelepah daun atau batu-dsby, sampai pada keyboard yang sudah lazim dipakai manusia dijaman sekarang. Ya sampai saat ini dan aku percaya sampai kapan pun itu nama Allah selalu menggelegar di Alam semesta. Dialah Yang Maha Pencipta, Tuhan Sekalian Alam dan Tiada Tuhan selain Allah SWT.

Dalam pelatihan diri ini aku mencoba awalnya untuk menengadah ke langit, merenungkan keajaiban dalam keseimbangan alam  hanya Yang Awal dan Yang Akhir yang mampu Mencipta kehebatan dan keagungan alam ini. Pada titik ini seakan aku hanyalah semacam tempe garit yang kecil banyak garitan luka bahkan bisa menjamur kalau  sudah basi apalagi tak tau bersyukur. Sangatlah kecil diri ini di hadapanNya. Tak berguna jika sudah tak diijinkan berguna. Sangat mudah bagi Allah menghendaki apa yang menjadi KehendakNYa. Tiada daya dan upaya tanpa pertolonganNya.

¤Bagian Kedua

2. Muhammad SAW

Menikah dengan Siti Katidjah seorang janda kaya  sewaktu berumur 25 tahun. Dikaruniai enam putra dan putri meski hanya Siti Fatimah yang meninggal tak lama setelah Muhammad meninggal dunia dan lainnya semuanya meninggal saat beliau masih hidup. Umur 40 tahun beliau diangkat Nabi dan Rasul dalam sebuah peristiwa turunnya Al Quran di Gua Hira pada bulan Ramadan. Ayat pertama kali Al Alaq 1-5. Setelah itu Nabi Muhammad pulang dengan badan yang menggigil. Beliau terus diselimuti istrinya Siti Katidjah. Perumpamaan Al Quran apabila sebuah Gunung diberi tugas membawa Al Quran akan tak kuat dan hancur.“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Alloh. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”. QS. Al Hasyr: 21 (DEPAG. 1992.h. 919). Nabi muhammad pernah didatangi oleh 2 orang berjubah putih kemudian menangkap dan meletakkan di tanah dan kemudian memasukkan tangan mereka di dalamnya. Dalam surat Al Insyirah 1-4 “Bukanlah Kami telah membukakan untukmu (dadamu). Dan Menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu.”

Sepanjang sejarah nabi-nabi di dunia, Muhammad adalah satu-satunya nabi yang sejarah kehidupannya terungkap secara mendetail dan diakui oleh sejarahwan dunia. Beliau adalah seorang yatim yang penyayang, seorang suami yang bertanggungjawab, seorang ayah yang penyayang dan seorang kawan yang tulus setia. Selain itu beliau adalah seorang perwira yang gagah dan pemberani, komandan militer yang cakap, administrator yang piawai, hakim yang tidak memihak, negarawan yang ulung, dan seseorang yang kecerdasan, kejujuran dan integitras yang terteladani. Tidak ada satupun peranan yang belum pernah diperankan oleh Nabi, dan tidak ada satupun peranan beliau yang tidak dapat diterapkan dan dikembangkan pada zaman-zaman sesudahnya.

Hati paling mulia diantara seluruh manusia di muka bumi ini dialah Sang Pembawa pesan (Al Quran). Kitab Al Quran sebagai pembeda antara yang haq dan bathil, penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada didalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

¤ Bagian Ketiga

3. Intelektual (Pendidikan)

Pada bagian ini, aku mencoba melakukan kembali pada perenungan penciptaan Alam semesta, sejarah peradaban manusia, hakikat karya dan kekayaan yang terlahir dari akal dan pikiran manusia di setiap masanya. Memang pada akhirnya ada yang lebih unggul dalam kemajuan berfikir. Munculah berbagai peradaban hebat yang diciptakan manusia. Sebagai contoh : Mesopotamia, Yunani kuno, Mesir Kuno, India kuno, China kuno, Romawi dsby. Sampai sekarang peradaban Islam. Tidak untuk menampik hal lainnya yang berpengaruh namun menurutku peradaban manusia tersebut tak lepas dari pesan atau tulisan yang turun-menurun yang kemudian dikembangkan. Dilihat dari sejarah merekapun ada benang merah peradaban tersebut mengaggumi Sang Pencipta Alam dan terdapat jejak-jejak intelektual para nabi-nabi saat peradaban itu naik. Terkadang manusia memang ada yang terlampau sombong karena kecakapan dan kepintarannya sehingga kemurkaan Allah yang didapat sebagai contoh : Firaun, Namrud dsby.

Pendidikan agama sangatlah penting disamping kita, sebagai nur (cahaya) dari peradaban hidup kita. Terkadang aku menganggap remeh berita besar ini. Sedang kalau kita mau jujur melihat ke belakang para nabi berjuang menjaga pesan-pesan dari Sang Pencipta supaya peradaban manusia bisa berdiri tegak juga penuh cahaya gemerlap.

¤ Bagian Ke-empat

4. Spirittual.

Sebagai orang Islam tentu kita diwajibkan Syahadat aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan(Ilah) Selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul(utusan) Allah. Disinilah pesan penting ketauhidan, didalamya memuat janji, ikrar, sumpah dan persaksian. Kemudian melaksankan Shalat, puasa, zakat dan ibadah haji jika sudah mampu. Selain itu Rukun Imam ada 6: Imam Kepada Allah, Imam kepada para Malaikat Allah, Imam kepada Kitab-kitab Allah, Imam kepada Rasul Allah, Imam kepada Hari Akhir dan Imam kepada Takdir yang buruk maupun baik.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah,

“Iman itu ada 70 atau 60-an cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘la ilaha illallah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu (juga) merupakan bagian dari iman.”— HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35
Demikianlah sedikit curhatan hati dimana pentingnya menerima dan menjaga pesan (berita besar) tidak cukup hanya menjaga tapi juga melatihnya. Semoga kita bisa melatih diri dalam membuat peradaban ciamik nan cantik tapi juga luhur dalam perbuatan dan pitutur. Amin yra.
Sumber.
1. In the Footsteps of the Prophet:
Lessons from the Life of Muhammad by Tariq Ramadan
2. Sejarah Islam by K. Ali

3. Falsafah Hidupby Hamka
4. Al Quranul Karem
Advertisements

14 comments on “Terlatih dan Melatih Pesan

  1. Wkwkw kalem pak gak akan dinakali kok

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s